4 Indikator Kunci Hasil Desain
Profil Memanjang Saluran Tersier
Elevasi Muka Tanah Asli (NGL) vs Garis Muka Air Rencana vs Dasar Saluran
Penampang Melintang Bertingkat (Telescoping Cross Sections)
Penyusutan lebar dasar (b) dan tinggi air (h) dari hulu ke hilir
Validasi Cakupan Seluruh Sudut Lahan (Zero Dead Zone)
Syarat Tekan KP-01: H_boks ≥ Z_sawah + 0.10m (genangan) + 0.05m (boks) + S_k × L
Peta Alinyemen & Skema CAD 2D Otentik
Ekstraksi Vektor Asli DWG: Trase Tersier, Saluran Kuarter, Batas Petak, & Kontur (BWS Kalimantan III)
Engineering Defense Sheet — Argumen Ilmiah Pertahanan Sidang
Klik pertanyaan untuk membuka rujukan standar KP-01, KP-03, dan KP-05 Ditjen SDA PUPR
Q1: "Mengapa Anda merencanakan trase saluran tersier menyusuri kontur punggung, bukan lembah?"
A: Berdasarkan kaidah KP-01 (Bab 4.2 Alinyemen Saluran), saluran irigasi pembawa wajib diletakkan di punggung medan (ridge line). Dengan berjalan di punggung kontur tertinggi, air dapat dialirkan secara bebas memanfaatkan gravitasi ke sawah di sayap kiri maupun kanan saluran tanpa memerlukan bantuan pompa mekanis atau tanggul galian ekstrem.
Q2: "Bagaimana Anda membuktikan bahwa air saluran tersier ini benar-benar sampai ke ujung petak sawah?"
A: Dilakukan pengecekan Command Area Head Margin pada titik sawah kritis tertinggi dan terjauh di tiap petak kuarter. Elevasi muka air di boks tersier dihitung dengan formula KP-01: H_air ≥ Z_sawah + 0.10 m (genangan) + 0.05 m (kehilangan boks) + (0.0005 × L). Pada simulasi kami, seluruh margin bernilai positif, membuktikan air dapat mengalir alami secara gravitasi tanpa zona mati (dead zone).
Q3: "Berapa batas kecepatan aliran yang Anda gunakan, dan apa konsekuensinya jika dilanggar?"
A: Mengacu pada KP-03 Tabel 3.2, saluran pasangan batu lepaan pada petak tersier memiliki batas kecepatan aman 0.30 m/s ≤ v ≤ 0.70 m/s dengan bilangan Froude Fr < 1.0 (subkritis). Kecepatan di bawah 0.30 m/s memicu pengendapan lumpur yang mendangkalkan saluran; sedangkan di atas 0.70 m/s dapat merusak pasangan batu kali atau menggerus tebing lempung.
Q4: "Bagaimana strategi desain Anda dalam mengendalikan volume galian dan timbunan jika topografi tapak curam?"
A: Sesuai kaidah KP-03 Bab 4.3 dan KP-04 Bab 5, apabila kemiringan tanah asli melampaui kemiringan rencana (S_tanah > 1.5 × S₀) dan kedalaman galian hilir melampaui 1.5 meter, sistem merekomendasikan penempatan Bangunan Terjun (Drop Structure) setinggi 0.40 - 1.20 meter di tengah ruas. Hal ini mematahkan kedalaman galian tanah, memangkas biaya cut & fill, menstabilkan kecepatan aliran, serta mempertahankan ketinggian muka air di boks bagi.