TertiaFlow Pro

v2.0 SDA PUPR

Saluran Tersier

Trase: () Luas:
100% Gravitasi Aman
4 Ruas • 5 Boks

4 Indikator Kunci Hasil Desain

Standar Ditjen SDA KP-01/03/05
1. Alinyemen Trase Punggung
Panjang: 1.250 m
Jangkauan: STA 12+50
4 Ruas 5 Boks Bagi
2. Muka Air & Slope S₀ = 0.7‰
M.A. Hulu: +14.77 m
M.A. Hilir: +13.75 m
Gradien: Turun 1,02 m
3. Dimensi Saluran Teleskopik
Lebar Dasar: b = 0.45 m0.30 m
Debit Aliran: 109.6 ➔ 31.3 l/s
Efisiensi: Hemat Bahan 71%
4. Jaminan Gravitasi 100% Aman
M.A. vs Syarat: +14.59 m > +14.55 m
Status Tekan: +4 cm di atas sawah
Cakupan Lahan: Zero Dead Zone

Profil Memanjang Saluran Tersier

Elevasi Muka Tanah Asli (NGL) vs Garis Muka Air Rencana vs Dasar Saluran

Kemiringan Hidrolis: S₀
Bangunan Terjun: Tidak diperlukan

Engineering Defense Sheet — Argumen Ilmiah Pertahanan Sidang

Klik pertanyaan untuk membuka rujukan standar KP-01, KP-03, dan KP-05 Ditjen SDA PUPR

Bahan Sidang
Q1: "Mengapa Anda merencanakan trase saluran tersier menyusuri kontur punggung, bukan lembah?"

A: Berdasarkan kaidah KP-01 (Bab 4.2 Alinyemen Saluran), saluran irigasi pembawa wajib diletakkan di punggung medan (ridge line). Dengan berjalan di punggung kontur tertinggi, air dapat dialirkan secara bebas memanfaatkan gravitasi ke sawah di sayap kiri maupun kanan saluran tanpa memerlukan bantuan pompa mekanis atau tanggul galian ekstrem.

Q2: "Bagaimana Anda membuktikan bahwa air saluran tersier ini benar-benar sampai ke ujung petak sawah?"

A: Dilakukan pengecekan Command Area Head Margin pada titik sawah kritis tertinggi dan terjauh di tiap petak kuarter. Elevasi muka air di boks tersier dihitung dengan formula KP-01: H_air ≥ Z_sawah + 0.10 m (genangan) + 0.05 m (kehilangan boks) + (0.0005 × L). Pada simulasi kami, seluruh margin bernilai positif, membuktikan air dapat mengalir alami secara gravitasi tanpa zona mati (dead zone).

Q3: "Berapa batas kecepatan aliran yang Anda gunakan, dan apa konsekuensinya jika dilanggar?"

A: Mengacu pada KP-03 Tabel 3.2, saluran pasangan batu lepaan pada petak tersier memiliki batas kecepatan aman 0.30 m/s ≤ v ≤ 0.70 m/s dengan bilangan Froude Fr < 1.0 (subkritis). Kecepatan di bawah 0.30 m/s memicu pengendapan lumpur yang mendangkalkan saluran; sedangkan di atas 0.70 m/s dapat merusak pasangan batu kali atau menggerus tebing lempung.

Q4: "Bagaimana strategi desain Anda dalam mengendalikan volume galian dan timbunan jika topografi tapak curam?"

A: Sesuai kaidah KP-03 Bab 4.3 dan KP-04 Bab 5, apabila kemiringan tanah asli melampaui kemiringan rencana (S_tanah > 1.5 × S₀) dan kedalaman galian hilir melampaui 1.5 meter, sistem merekomendasikan penempatan Bangunan Terjun (Drop Structure) setinggi 0.40 - 1.20 meter di tengah ruas. Hal ini mematahkan kedalaman galian tanah, memangkas biaya cut & fill, menstabilkan kecepatan aliran, serta mempertahankan ketinggian muka air di boks bagi.